Tarif Tol Layang Jakarta – Cikampek yang Masih dalam Tahap Penyesuaian

Solusiindustri Tarif  jalan tol layang Japek (Jakarta-Cikampek) rencananya akan selesai dirumuskan oleh Kemnterian PUPR pada November 2019.

Danang Parikesit selaku Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR memberikan penjelasan jika penetapan tarif jalan tol layang Jakarta-Cikampek ini lumayan rumi karena adanya kesenjangan dengan tarif jalan tol tapak Jakarta – Cikampek yang lebih lama beroperasi sejak 30 tahun yang lalu.

Kesenjangan tarif ini memang cukup layan, untuk tarif tol layang tarif perkilometernya di atas Rp 1000 sedangkan untuk tarif jalan tol tapak jauh lebih murah hanya Rp 208. Inilah alasannya kenapa regulator membuat keputasan untuk menyesuaikan tarif kedua jalan tol tersebut.

“Kami belum putuskan [berapa besar penyesuaiannya] karena masih dicari level berapa rebalancing-nya. Sekarang pembahasannya belum tuntas, tapi kami harapkan [tuntas] di ujung November saat [pemberian] izin pengoperasian,” ujarnya, Rabu (30/10/2019). Dilansir dari bisnis.com

Danang sendiri berharap, Jalan tol layang Jakarta – Cikampek ini sudah bisa digunakan pada Desember 2019, sehingga para penggendar sudah bisa dilintasi pada libur natal dan tahun baru 2020.

Berdasarkan ketentuan dari Menteri PUPR, jalan tol ini hanya bisa dilewati untuk kendaraan golongan kecil.

Jalan tol Jakarta – Cikampek merupakan jalur yang sangat efektif untuk dilalui dari arauh Jakarta menuju berbagai macam kota yang berada di wilayah timur seperti Bekasi, Karawang, hingga Bandung.

 

,