Lantai Jembatan Merah Putih Mengalami Retak Pasca Gempat Magintudo 6.8 di Ambon

Solusiindustri Gempa yang terjadi di Ambon beberapa waktu yang lalu menyebabkan retak pada bagian lantai Jembatan Merah Putih. Tentunya retakan ini membuat warga yang melintas merasa khawatir.

Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) memberikan penjelasan agar tidak terlalu khawatir dengan retakan ini.

“Masih dicek, tapi kan namanya expansion joint kan enggak rapat memang untuk memuai susut suatu material apakah beton atau baja kalau panas dia memuai kalau malam dia menyusut,” ujarnya yang dilansir dari bisnis.com

Namun setelah diamati, kondisi jembatan masih tetap aman untuk dilewati kendaraan seperti biasanya sehingga para pengendara tidak perlu merasa cemas.

Hal ini dikarenakan setiap pembangunan infrastruktur tentunya memiliki studi kelayakan dan juga analisa dampak terhadap lingkungan dan bencana serta engineering design secara detail, sehingga ketika terjadi bencana alam kondisi konstruksi jembatan tidak langsung mengalami kerusakan besar.

Iwan Zarkasi selaku Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga kemnterian PUPR menjelaskan akan mengikut sertakan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) untuk melakukan identifikasi keretakan pada jembatan tersebut.

“Nanti kami periksa secara keseluruhan, tapi kesannya sih, tidak ada apa-apa karena elevasinya kan masih, markanya masih lurus-lurus begitu. Jadi, tidak disalignment [geser].” Ujar Irwan

Jembatan Merah Putih ini memiliki panjang 1.140 meter sekaligus menjadi jembatan paling panjang di Indonesia. Jembatan ini sempat viral di sosial media karena timbul retakan pasca gempa magnitude 6.8 yang mengguncang Ambon.