Inilah Detik-Detik Terakhir Jatuhnya Lion Air JT 610

Solusiindustri Setelah beberapa bulan dilangsungkan investigasi untuk mencari penyebab jatuhnya Lion Air JT 610 pada 29 Oktober 2018, akhirnya mulai terlihat titik terang.

Diketahui sang pilot beserta kru lain mencari penyebab pesawat tiba-tiba meluncur ke bawah dari buku panduan. Kondisi ini diungkapkan oleh tiga orang sumber Reuters yang mendengar percakapan melalui perekam suara kokpit melalui kotak hitam.

Ini adalah kali pertama isi rekaman suara pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan karawang tersebut diperdengarkan.

Berikut ini kronologinya dilansir dari ketiga sumber reuters yang tidak mau disebutkan namanya :

Kapten pilot pesawat memegang control penuh pada penerbangan Lion Air JT 610 ketika pesawat tersebut pertama kali lepas landas.

Tanpa diduga, 2 menit setelah lepas landas terjadi masalah kontrol penerbangan yang dilaporkan oleh petugas pertama kepada kontrol lalu lintas udara dan bermaksud untuk menjelaskan bahwa pilot mempertahankan ketinggian di 5.000 kaki.

Petugas pertama memang tidak memberikan penjelasan secara detail mengenai masalah tersebut, namun salah satu sumber mengatakan bahwa kecepatan udara juga disebutkan pada rekaman suara kokpit, sedangkan sumber kedua mengatakan bahwa layar indikator menunjukan terjadi masalah dan bukan pada layar petugas pertama.

Segera kapten meminta petugas pertama untuk segera melakukan pemerikasaan lewat buku panduan referensi cepat yang menjelaskan daftar periksa ketika pesawat dalam kondisi abnormal, ujar sumber pertama.

Sembilan menit berikutnya, pesawat memberikan tanda kepada pilot bahwa pesat berada dalam kondisi stall atau macet sehingga data komputer merespon untuk mendorong hidung pesawat ke bawah.

Kondisi stall/macet merupakan keadaan dimana aliran udara yang ada di atas sayap pesawat tidak kuat untuk memberikan daya angkat sehingga sulit untuk membuat pesawat tetap terbang.

Pilot terus berusaha untuk menaikan ketinggian, sayangnya komputer masih salah mencerna informasi mengenai kondisi stall sehingga masih terus mendorong hidung pesawat menggunakan sistem trim pesawat.

“Mereka tampaknya tidak tahu trim bergerak turun,” ujar sumber ketiga.

“Mereka hanya memikirkan kecepatan udara dan ketinggian. Itulah satu-satunya hal yang mereka bicarakan,” lanjutnya.

Ada 2 faktor kecelakaan yang saat ini sedating diselidiki, pertama kenapa sebuah komputer bisa memberikan perintah pesawat untuk menukik sebagai bentuk respon dari data yang salah, kedua apakah pilot memiliki kesigapan dan keahlian dalam menanggapi suasana gawat darurat.

Ini adalah pertama kalinya isi dari perekam suara pesawat Lion Air nahas itu dipublikasikan. Tiga sumber tersebut meminta identitas mereka disembunyikan, dikutip dari Reuters, Rabu (20/3/2019).

Sebenarnya tanda-tanda kerusakan mulai terlihat satu hari sebelumnya, dimana pilot yang menerbangkan pesawat tersebut sempat kehilangan kendali, akan tetapi mampu diselamatkan oleh pilot lainnya yang sedang tidak bertugas yang ketika itu ikut mengendalikan kokpit.

Pilot yang tidak bertugas itu melakukan indentifikasi terhadap masalah yang tengah dihadapi awak kabin kemudian membimbing mereka untuk menonaktifkan sistem autopilot agar pesawat bisa dikendalikan secara manual.

Tim penyelidik mengungkapkan jika kerusakan tersebut memiliki kesamaan dengan penyebab yang membuat pesawat tersebut jatuh pada penerbangan selanjutnya.

, , ,