Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian Saat Ini

Solusiindustri Virus corona yang mulai masuk ke Indonesia awal Maret ini terus menghantui masyarakat. Bukan hanya mengancam kesehatan, tapi juga memukul ekonomi Indonesia. Anda bisa lihat, indeks bursa saham mulai merosot, nilai rupiah semakin anjlok, dan banyak pelaku usaha yang mulai menjerit karena omzet mereka menurun.

Jika dilihat pada 23 Maret 2020 nilai tukar rupiah sebesar Rp 16.608 per dollar Amerika yang merupakan nilai tukar dengan angka terendah sejak krisis moneter 1998. Sedangkan IHSG (Index Harga Saham Gabungan) menyentuh posisi 3.937. Posisi ini merupakan yang paling rendah sejak 2012 yang berada di posisi 3.955,58.

Dari sektor rill, pengusaha banyak yang mengeluh karena omset usaha mereka terus berkurang karena menurunnya daya beli masyarakat akibat dampak dari virus corona. Salah satu industri yang paling terasa dampaknya adalah pariwisata.

Penjualan tiket penerbangan semakin berkurang, beberapa hotel mulai mengambil opsi untuk merumahkan karyawannya, bahkan agen travel terancam gulung tikar. Bukan itu saja, para blogger yang khusus membahas pariwisata pun ikut mengeluh karena traffik situs mereka menurun drastis.

Sektor industri lainnya yang juga ikut terkena dampak dari virus corona yaitu industri manufaktur. Sedangkan untuk bidang jasa seperti jasa sipil ( PDA Test, Soil Test, Sondir, Boring, dll) memang ikut terasa dampaknya tapi tidak terlalu besar.

Jika pandemik ini masih terlu berlanjut dikhawatirkan dapat memberikan efek yang sangat buruk terhadap perekonomian Indonesia. Maka dari itu, sebaiknya kita semua mengikuti arahan dari pemerintah untuk melakukan social distancing agar penyebaran virus corona ini berkurang. Selain itu, juga rutin mencuci tangan menggunakan air dan sabun. Jika tidak memungkinkan untuk cuci tangan, Anda bisa menggunakan hand sanitizer yang seperti Antis atau yang lainnya.

Kita semua berdoa, semoga saja pandemik ini segera berakhir.

, , , ,